Sabtu, 26 Januari 2019

Ada Apa Dengan Gedhang?

Mengakhiri kegiatan sore hingga malam dengan pisang bakar traktiran kolega yang baru datang dari  Indramayu di kota Bandung yang dingin sunguh nikmat. "pisang ini sangat baik buat kesehatan lho Mas, Apalagi untuk yang mau diet" kata seroang teman sambil menepuk perutnya sembari melirik ke perutku tanda meledek. Ahhh... asem! gumamku...


Tapi karena merasa butuh diet jadi setelah sampai di tempat menginap aku sempatkan browsing tentang Gedhang! Singkatnya begini :

Mangan gedhang saben dino, piye?


Jika kita menambahkan pisang dalam menu makanan sehari-hari bisa memberikan berbagai manfaat. Pisang membantu penurunan berat badan, menjaga kesehatan usus, memberikan nutrisi yang mengatur ritme jantung dan memiliki vitamin untuk kesehatan mata. Porsine cukup 2 pisang sehari.
Mantab! Pasti banyak diantara konco-konco yang punya kebun pisang kan?

Nek kakean mangan pisang piye?

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa seseorang bisa mati jika makan 195 buah pisang. Karena dengan jumlah itu kadar KCL yang mematikan dapat terpenuhi. Inget kasus Mirna yang tewas menenggak kopi sianida? Nah sianida itu ada di bagian dalam kulit pisang, tapi dalam kadar yang sangat kecil yang tidak membahayakan. Jadi jangan khawatir, belum ada yang mampu makan pisang sejumlah itu dalam sekali waktu makan... itu hanya hitungan generalnya saja. Kenyataannya seseorang makan pisang setiap hari justru mendapat manfaat. Lagian durung pernah kan krungu wong mati mergo kakean mangan gedhang.. Ya to?

Lha trus apa ada eleke gedhang?

Secara umum pisang merupakan buah yang menyehatkan dengan berbagai kandungan gizinya. Tapi ternyata pisang tidak sesuai bagi seseorang yang sedang diet rendah karbohidrat alias diet carbo. Jadi gak cucok buat penderita diabetes.
"Tapi kalau mas diabet  gak boleh makan banyak-banyak makan pisang" sergah kolega yang bernama Asep Setiawan itu. Oalaaahhh.. Ngono to?

Lha trus piye Jal?

Mangano sak cukupe, gak usah berlebihan. Atur pola makan dan jangan lupa kalau makan-makan undang konco-koncone.

Bravo Sicrema!

Karang Setra, Bandung.

.lkm

4 komentar:

Anda punya pendapat? Silakan tulis komentar. Komentar tidak boleh mengandung SARA, ujaran kebencian, HOAX. Admin tidak bertanggungjawab atas isi komentar.