Rabu, 02 Januari 2013

Sssttttt.... Ada AK di Kampus STEMBA!

Apa yang terlintas di benak kawan-kawan kalau mendengar singkatan AK? Bagi yang suka film perang atau pemerhati perang sejak perang dingin dulu kala, atau yang sekarang bertugas menjadi alat negara pasti mengenal AK 47, yaitu senapan serbu buatan Rusia yang banyak digunakan oleh negara-negara di blok timur kala perang dingin berlangsung. Untuk AK itu sendiri merupakan singkatan dari Avtomat Kalashnikova, sedangkan 47 merupakan tahun pembuatannya, 1947. Senapan ini ukurannya kecil.


Namun AK yang aku temukan secara "tidak sengaja" di kampus STEMBA ukurannya lumayan besar, label di bagian depannya pun terlihat jelas. Bagian dalamnya lengkap dan siap digunakan.

AK di kampus kita itu adalah Akademi Komunitas, yaitu sebuah terobosan untuk menyediakan fasilitas pendidikan setingkat D1 atau D2 bagi lulusan SMA sederajat, dengan biaya terjangkau (katanya sih hehehe). Sebenarnya fasilitas jenis ini telah banyak dibentuk atau didirikan oleh swasta, semisal perusahaan-perusahaan. Namun, yang ada di STEMBA adalah AK negeri yang didirikan oleh pemerintah, dalam hal ini kemendikbud. Menurut menteri M. Nuh sendiri AK merupakan amanat dari UU Dikti. "Itu amanah Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi", katanya dalam satu kesempatan. Soal pendanaannya sendiri merupakan bagian dari BOSM.

Sebagai awal AK negeri di Indonesia hanya 20 buah, pertama pembangunan adalah di Pacitan, kampungnya pak SBY, pada tanggal 9 September 2012. Nah, AK yang ada di STEMBA adalah salah satu dari yang 20 itu. AK merupakan pengembangan dari SMK yang telah ada, dan diharapkan akan lebih baik dari politeknik.

Secara detail, bagaimana kurikulum, tenaga pengajar, penunjang kegiatan belajar/kuliahnya seperti modul, laboratorium, dan fasilitas lainnya, sejauh ini aku juga belum jelas. Udah tak ubek-ubek ternyata belum ada info yang menurutku lengkap dan gamblang, yang ada malah iklan yang isinya, " lulusan mana?, lulusan Akademi Komunitas".... "Mantap"...
Maka tak sedikit juga, yang masih "mempertanyakan keberadaan AK, tapi menurutku itu karena masih belum massifnya sosialisasi oleh pemerintah.

Apapun itu, jika bertujuan untuk mencapai cita-cita nasional, yaitu "mencerdaskan kehidupan bangsa" layak didukung. Dengan catatan harus transparan, jauh dari praktik korupsi dan harus berkualitas. Betul ndak? :) *** lh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anda punya pendapat? Silakan tulis komentar. Komentar tidak boleh mengandung SARA, ujaran kebencian, HOAX. Admin tidak bertanggungjawab atas isi komentar.